Pengembara Gila yang mencari sesuatu atas nama Cinta

Motivasi Menulis

Dear Sahabatku (Puisi)


Dear Sahabatku
Oleh Roman wijaya


Sahabatku pergi meninggalkanku
Sahabat yang mengajariku berbagi
Sahabat yang mengajariku memberi
Sahabat yang mengajariku mensyukuri

Sahabatku pergi meninggalkanku
Sahabat yang selalu ada dalam suka
Sahabat yang selalu ada dalam duka
Sahabat yang selalu ada dalam cerita

Sahabatku pergi meninggalkanku
mereka  pergi tak kembali
Kini aku sendiri bersama sepi
Hanya terdiam melamun meratapi
Kesendirian yang ada dalam hati

Sahabatku pergi meninggalkanku
Semuanya telah berlalu
Kepergian yang amat pilu
Disini ku diam sendiri merindu
Menantikan kehadiranmu

Sahabatku pergi meninggalkanku
Kelak kita kan kembali bertemu
Walau raga sudah amat sayu
Walau tak bisa lagi bersatu
Hanya menangis dalam haru
Ouh, sahabat aku rindu


Labels: puisi

Thanks for reading Dear Sahabatku (Puisi). Please share...!

0 Komentar untuk "Dear Sahabatku (Puisi)"

Seperti Kuah seblak yang beraneka rasa tapi tetap dicumbu jua

(Aku nyeblak maka aku ada)   Seperti kuah seblak yang beraneka rasa namun tetap dicumbu lidah, begitulah kenangan kadang tidak selalu mani...

Back To Top