Pengembara Gila yang mencari sesuatu atas nama Cinta

Motivasi Menulis

Tapi (Puisi)





"aku bawakan bunga padamu"

"tapi kau bilang masih"
"aku bawakan resahku padamu"
"tapi kau bilang hanya"
"aku bawakan darahku padamu"
"tapi kau bilang cuma"
"aku bawakan mimpiku padamu"
"tapi kau bilang meski"
"aku bawakan dukaku padamu"
"tapi kau bilang tapi"
"aku bawakan mayatku padamu"
"tapi kau bilang hampir"
"aku bawakan arwahku padamu"
"tapi kau bilang kalau"
"tanpa apa aku datang padamu?
wah !


oleh: Sutardji Calzoum Bachri 

Labels: puisi

Thanks for reading Tapi (Puisi). Please share...!

0 Komentar untuk "Tapi (Puisi)"

Seperti Kuah seblak yang beraneka rasa tapi tetap dicumbu jua

(Aku nyeblak maka aku ada)   Seperti kuah seblak yang beraneka rasa namun tetap dicumbu lidah, begitulah kenangan kadang tidak selalu mani...

Back To Top